Bertandang ke Posko Pemenangan Swadaya for JOEL, Warga Titip Aspirasi UMKM Mama-mama Papua
Pada
29 Okt, 2024
Ratusan warga di Posko Pemenangan Swadaya di kompleks belakang Bengkel Surabaya Jalan Ahmad Yani menyambut kedatangan Si Rambut Putih – Kepala Botak, JOEL (Johannes Rettob – Emanuel Kemong) pada Rabu sore 30 Oktober 2024.
Penyambutan Tarian Akom (Anak Kompleks) mengantar JOEL dari depan jalan hingga ke lokasi Posko tersebut. Disaksikan warga yang ramai-ramai mengabadikan momen itu dengan rekaman handphone mereka.
Ketua Posko Pemenangan Swadaya, Ronal Windesi dalam sambutannya mengatakan, pihaknya merangkul sesama warga lainnya yang berbendera pilihan lain untuk sama-sama mendengarkan visi-misi Paslon JOEL.
“Yang bendera lain, kami ajak untuk mendengarkan apa yang menajdi perencanaan dan program pemimpin kita, JOEL,” ujarnya.
Di kesempatan itu, Ronal menitip aspirasi kebutuhan warga yang diminta untuk diakomodir dalam pemerintahan JOEL nantinya.
Yaitu masalah perhatian terhadap usaha kecil Mama-mama Papua dan non Papua, yang berjualan dengan fasilitas yang kurang memadai dan modal seadanya.
“Mama-mama masih jualan di meja, di bawah terpal, tolong diperhatikan. Misalnya bisa dibikin gerobak yang layak untuk jual pinang atau jual jasjus (minuman ringan),” sebutnya.
Ia juga meminta agar program Balai Latihan Kerja (BLK) bisa diaktifkan sehingga anak-anak muda di kompleks itu bisa diperlengkapi dengan skil kecakapan hidup sehingga bisa diterima kerja di perusahaan swasta maupun di instansi pemerintahan.
“Karena kalau SDM kita sudah bagus, nanti anak-anak kami yang ada di Timika yang membangun daerah ini. Tolong BLK yang lagi mati suri atau tidur ini, JOEL bisa menghidupkan kembali. Sehingga anak-anak Papua bisa mendapat pelatihan yang layak dan dapat bekerja, bahkan bisa ke Freeport,” harapnya.
Selain itu, sebagai warga kelahiran Mimika atau Labeti (Lahir Besar di Timika) meminta tidak dianak-tirikan melainkan mendapat kesempatan yang sama dalam hal mendapat kesempatan kerja.
“Kami anak-anak Labeti juga banyak pengangguran, butuh lapangan pekerjaan. Harapan kami JOEL bisa perhatikan kami anak-anak Papua yang lahir besar di Timika. Selama ini kekhususan hanya bagi anak 7 suku Mimika, kami mau juga diberi prioritas karena kami lahir dan besar di Timika,” sebutnya.
Selain itu ada juga warga yang menumpahkan uneg-uneg kekesalannya tentang ketidakadilan yang dialaminya, seperti anak mereka yang menjadi atlet tidak diakomodir bantuan pemerintah dalam menggapai prestasinya.
Serta ada juga warga meminta pembangunan pabrik smelter di Mimika sehingga bisa menyerap tenaga kerja untuk mereka.
Terhadap keluh kesah warga, 01 JOEL, Johannes Rettob menjawab, angka pengangguran di Timika cukup tinggi yaitu mencapai angka 8 persen dari jumlah penduduk Mimika.
Pengangguran dari Gen Z dan Millenial itu termasuk juga anak-anak Labeti.
Ia menegaskan, program pembangunan BLK menjadi salah satu program utama yang akan langsung diwujudkan kepemerintahan JOEL.
Sebenarnya sudah dari sejak tahun 2022 disiapkan lahan untuk bangun BLK namun karena situasi roda pemerintah Mimika yang turun-naik, lahan itu sudah dibangun program lain.
“Pembangunan BLK itu wajib! Saat saya pelaksana tugas Bupati Mimika di tahun 2022 kami sudah bebaskan tanah 8 hektar, untuk pembangunan BLK. Kami sudah jalin kerja sama dengan Kementerian tenaga Kerja di jakarta Tetapi habis itu saya non aktif, dan saat kembali menjabat, ternyata tanah itu sudah dibangun barang lain. Minta maaf sekali. Tapi saat kami dua jadi Bupati dan Wakil Bupati, barang ini harus jadi!” tegas John Rettob, disahut warga “Amin!” sambil warga tepuk tangan.
Lagi kata JR Pihaknya telah dan akan terus menjalankan program pengembangan UMKM yang akan berdampak ekonomis dan juga menyerap tenaga kerja lewat home industry.
“Di Mimika ada UMKM 18.000 yang terdaftar. Jumlah ini masih kurang, kita akan terus kembangkan. UMKM kita sekarang sudah UMKM Go Digital. Kita bisa buka UMKM Mimika di aplikasi dan kita bisa pesan apa saja lewat handphone,” sebutnya.
Selain itu ada program Perumahan Layak Huni baik dalam pembangunan maupun renovasi rumah. Keberlanjutan program air bersih yang nyata sudah dirasakan warga Mimika di daerah-daerah tertentu sehingga perlu dilanjutkan bertahap sampai seluruh warga Mimika merasakannya.
Ada juga program kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja mandiri yang dibiayai pemerintah, akan terus dilanjutkan JOEL karena manfaatnya mengcover asuransi jiwa hingga tanggungan biaya pendidikan anak sampai kuliah.
“Kita sudah programkan, bagaimana JOEL menyentuh kebutuhan warga. Itu yang utama dan prioritas,” kandas si Rambut Putih.
Sementara itu, Wakil Bupati JOEL, Emanuel Kemong mengungkapkan perencanaan yang detil tidak segampang itu bisa dilakukan oleh orang tidak berpengalaman.
Ia menyakinkan warga bahwa segudang pengalaman birokrasi pemerintahan John Rettob tidak perlu diragukan lagi sebagai pemimpin daerah Mimika, dengan program-program yang menyentuh kebutuhan warga Mimika.
“Program itu bukan hanya sekedar omongan tapi Pak John Rettob sudah lama pengalaman sebagai kepala dinas dan sebagai wakil bupati juga Plt Bupati Mimika, sehingga program pasti terlaksana untuk rakyat Mimika,” sebut 02 JOEL si Kepala Botak.
Pria yang akrab disapa Manu itu mengajak warga aktif menyalurkan hak pilihnya pada hari H pencoblosan Pilkada Mimika pada Rabu 27 November. “Mau tusuk rambut putihkah, mau tusuk kepala botak juga bisa. Jangan lupa kita ramai-ramai sukseskan Pilkada dan pilih nomor?” tandasnya disambar jawaban warga “Satu!” seru serempak warga.